Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian

Gaya hidup memang menjadi hal yang terbilang menjadikan  ajang gengsi yang menjadikan penilaian hidup seseorang. Terdapat sebuah pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian yang bisa disimpulkan dari beberapa kasus.

Hal tersebut dikarenakan dengan gaya hidup yang tinggi tentu barang yang dibeli juga harus berkualitas tinggi pula. Adanya perilaku konsumen yang menjadi raja pasar adalah orang yang mendominasi dari tren pasar.

Seperti yang kita ketahui bahwa konsumen adalah seseorang yang membayar jumlah untuk mengkonsumsi barang dan jasa yang dijual oleh suatu organisasi.

Pengambilan keputusan adalah kekuatan yang diberikan kepada konsumen. Untuk lebih lengkap mengenai bagaimana gaya hidup dan keputusan pembelian ini, simak informasi berikut!

Mengenal Apa Itu Gaya Hidup

Adanya perbedaan aktivitas, ketertarikan atau minat akan menjadikan gaya hidup ini berbedaPengertian dari gaya hidup yaitu sebuah gambaran akan tingkah laku yang menjadikan pola tau cara hidup yang ditunjukkan pada seseorang.

Adanya gaya hidup menjadi sebuah pembeda status baik itu dalam lingkungan maupun lembaga tertentu.

Gaya hidup sering diarahkan untuk konsumen kelas atas dan berlokasi di daerah dataran atau perkotaan. Sementara pusat gaya hidup modern cukup baru, mal terbuka tradisional atau mal telah ada selama beberapa dekade.

Pusat gaya hidup berupaya menarik konsumen dengan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih komprehensif dan unik.

Terdapat sebuah pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian ini, setiap orang telah menjadi konsumen dan berpartisipasi dalam pasar konsumen.

Pasar konsumen adalah tempat konsumen memiliki hak dan kekuatan untuk membuat keputusan untuk membelanjakan uang mereka. Perbedaan konsumen ini yang menjadikan pembeda gaya hidup yang satu dengan yang lainnya.

Arti Dari Keputusan Pembelian

Hal yang menjadi pilihan dalam melakukan konsumsi terhadap suatu produk menjadi arti dari keputusan pembelian ini. ada beberapa tahap yang dilakukan pembeli sebelum melakukan konsumsi terhadap suatu barang tersebut. hal tersebut menjadi alasan pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian sesuatu.

 Ada beberapa tahapan sebelum munculnya sebuah keputusan pembelian ini. mulai dari adanya pengenalan, pencarian sebuah informasi akan suatu produk, melakukan evaluasi maupun yang lainnya.

Keputusan pembelian itu sendiri merupakan sebuah kondisi dimana konsumen mampu untuk melakukan suatu penilaian. Tentu dalam melakukan keputusan pembelian ini terdapat sebuah pertimbangan terlebih gaya hidup yang dijalankan setiap harinya.

Alasan Gaya Hidup Mempengaruhi Keputusan Pembelian

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan gaya hidup, ada sebuah hal yang menjadikan alasan mengapa konsumen dalam mengambil keputusan pembelian dipengaruhi gaya hidup. Beberapa faktor berikut menjadi salah satu pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian. Berikut alasan  gaya hidup bisa mempengaruhi keputusan pembelian tersebut, antara lain:

1. Adanya Sebuah Merek

Nama merek sangat mendukung keputusan dalam pembelian, hal ini tidak hanya berbicara tentang ekuitas merek. Bagaimana cara nama merek terdengar dan gambar yang dibangkitkan keduanya berdampak pada keputusan pembelian. Itu sebabnya datang dengan nama perusahaan yang bagus adalah tugas yang sangat penting ketika meluncurkan merek atau produk.

Pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian, tentu dalam mengambil keputusan untuk melakukan pertimbangan untuk memperhatikan merek. Sebuah merek akan mampu untuk menjadi tolak ukur bagaimana kelas seseorang tersebut. Semakin tenar merek yang ada, tentu semakin besar pengeluaran yang harus dikeluarkan.

2. Norma Sosial

Hal yang menjadikan alasan pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian lainnya yaitu adanya norma sosial. Kita cenderung melihat teman-teman kita dan orang-orang di sekitar kita (seperti di Facebook, Instagram, Twitter) untuk meyakinkan diri sendiri bahwa untuk membuat keputusan yang tepat. Hal ini menjadikan ketertarikan antar seseorang dan keinginan untuk menjadi seperti apa yang dilihat.

Norma sosial ini mempengaruhi daya pikir seseorang sehingga akan berupaya pada gaya hidup yang diinginkan. Tentunya keputusan pembelian seperti apa yang di angan menjadi hal yang hendak dituju. Pada dasarnya memang pengaruh gaya hidup ini terbilang besar.

3. Adanya Budaya

Budaya sangat erat hubungannya dengan gaya hidup. Adanya budaya ini menjdi salah satu faktor utama yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Faktor-faktor ini mengacu pada serangkaian nilai, preferensi, persepsi, dan ideologi komunitas tertentu. Pada usia dini, pembeli belajar mengenali perilaku dan pilihan yang dapat diterima saat memilih produk.

Sebagai contoh adalah budaya kita yang mengajarkan kita bahwa sebagai pembeli perlu melakukan pembayaran tepat waktu, mematuhi peraturan, dan memikul tanggung jawab ketika mencari informasi.

Terkadang ‘pergeseran budaya’, karena pengaruh budaya yang berbeda menunjukkan kebutuhan untuk memperkenalkan produk baru. Tentunya hal tersebut juga menjadikan pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian.

4. Faktor-Faktor Sosial Yang Ada

Mengapa pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian dikarenakan adanya faktor sosial? tentu alasan yang mendasar karena gaya hidup meliputi kelompok-kelompok di mana pelanggan berada, dan status sosialnya. Dari faktor sosial tersebut juga akan memengaruhi keputusan pembelian. Manusia adalah bawaan sosial yang artinya hidup berkelompok.

Mereka membutuhkan orang untuk berinteraksi, dan membuat keputusan. Kelompok sosial, seperti keluarga, dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kelas atau status sosial juga dapat memengaruhi keputusan pembelian. Anggota kelas sosial adalah yang memiliki perilaku, nilai, dan minat yang sama.

5. Motivasi Dalam Menjalankan Hidup

Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda dan menjadikan sebuah prinsip atau motivasi dalam hidup. Ada kebutuhan fisiologis, kebutuhan biologis, kebutuhan sosial, maupun yang lainnya.

Kebutuhan manusia diatur dalam hierarki dari yang paling mendesak hingga yang paling tidak mendesak. Ini termasuk kebutuhan fisiologis seperti makanan dan air, kebutuhan keselamatan, kebutuhan sosial, kebutuhan harga diri atau ego, dan kebutuhan aktualisasi diri.

Adanya pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian berdasarkan sifat kebutuhan, beberapa mungkin tampak lebih penting daripada yang lain pada suatu titik waktu.

Setelah kebutuhan fisiologis dasar terpenuhi, seseorang bergerak untuk mendapatkan kebutuhan lain dalam urutan yang sama. Inilah saatnya kebutuhan menjadi motif, dan mendesak orang tersebut untuk mencari kepuasan dengan mendapatkannya.

6. Sebagai Pembeda Individu

Ada seseorang yang menginginkan diri mereka berbeda dengan orang yang ada di sekitarnya. Entah ingin lebih unggul atau memiliki kesan beda saja. Hal tersebut menjadikan gaya hidup yang berbeda pula dengan orang yang ada di sekelilingnya. Dari keinginan untuk berbeda tersebut muncul sebuah keputusan pembelian yang berbeda pula.

Secara psikologi, memiliki kemampuan untuk berbeda dengan yang lain dan sesuai dengan hati nurani bisa menjadi pemuas diri sendiri. Hal tersebut menjadikan orang lebih produktif untuk bisa memuaskan apa yang menjadi harapan mereka.

Mengambil keputusan disini untuk membeli barang dengan memutuskan di mana harus menghabiskan uang dan pada apa tersebut harus dibelanjakan tentu bagian dari gaya hidup.

Baca Juga: Penting! inilah Perbedaan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi

Mengenai sebuah pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian ini terbilang sangat tepat. Bagaimana seseorang hidup dalam masyarakat, dan nilai serta minatnya memengaruhi keputusan pembeliannya.

Gaya hidup dapat berbeda bahkan jika orang termasuk kelas sosial yang sama, subkultur, atau pekerjaan.

Beberapa orang membeli berdasarkan pandangan mereka tentang dunia, sementara yang lain mungkin ingin membeli dipengaruhi oleh pendapat orang lain. Ada beberapa yang memiliki keinginan untuk variasi dan pengambilan risiko, dan karenanya, membeli yang sesuai.

You May Also Like

About the Author: Surya Setiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *